Beli 2 Unit Apartemen Seharga 500 Juta, Cynthiara Alona Kena Tipu

Cynthiara Alona menyatakan menjadi korban penipuan pembelian apartemen. Dirinya menyatakan telah melakukan pembelian dua unit apartemen di Last City area Lenteng Agung pada 2013 lalu, bakal tetapi sampai saat ini bangunan itu tak kunjung menuntaskan tahap pembangunan.

Awalnya Alona mengaku tak mau melaporkan urusan ini ke pihak berwajib lantaran dirinya dan pihak developer apartemen masih dapat berkomunikasi dengan baik. Akan tetapi, saat memahami bahwa kontaknya telah ditutup oleh pihak pengembang, ia juga langsung melaporkan urusan itu ke pihak kepolisian.

“Perkembangannya sedang berlangsung dengan pihak berwajib, yang mana ini bukan main-main atau sensasi, sebab ini benar apartemen Last City di Lenteng Agung yang telah tersegel. Sengaja Alona laporkan sebab Alona benar-benar merasa ditipu, terpedaya dengan bujuk bujukan dan kerugian Alona tidak cukup lebih separuh M,” ungkap Cynthiara Alona saat didatangi di area Mampang, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2019).

“Alona telah kontak sebelumnya terdapat dari tahun 2013 belinya, 2015 janjinya akhir tersebut akan jadi, namun ternyata ketika saya datang tersebut masih cakar ayam (pondasi), belum apa-apa, masih pondasi. Kenapa saya belum mengadukan di ketika itu? pernah masih terdapat itikad baiknya dalam kontak-kontakan blabla, lama-lama kok di block, saya ngehnya diblok tersebut saat saya di Amerika,” tambahnya.

Bintang film Diperkosa Setan tersebut tadinya mengaku tertarik dengan apartemen di area Lenteng agung, Jakarta Selatan itu lantaran menyimak broadcast di WhatsApp. Akhirnya ia pun melakukan pembelian dua unit ekuivalen 500 juta rupiah.

“Tertariknya sebab dari broadcast di WhatsApp, apartemen murah, show unit blabla.. Taulah bila misalkan marketing tuh laksana apa. Akhirnya tertarik langsung ambil 2 unit,” ucapnya.

“Karena bilangnya sebulan lagi apartemen bakalan naik harganya 2 kali lipat dan ini bermukim 3 unit loh. Langsung saya ambil dua unit, satu unit satu bedroom satu unit lagi dua bedroom,” timpalnya.

Kecurigaan Alona berawal saat dirinya memahami bahwa ada kepandaian dari Pemerintah yang tidak mengizinkan apartemen itu berdiri lebih dari 15 lantai. Sementara dua unit apartemen yang ia beli terdapat di lantai 17.

Mengetahui pihak itu tak dapat mengembalikan duit miliknya, Alona juga akhirnya memilih untuk melakukan pembelian apartemen di lantai 8 serta 10. Namun sampai kini bangunan itu belum pun sampai pada etape penyelesaian.

“Saya ngehnya tahun 2016, sebab pas saya di Amerika telah tersegel. Pertama saya merasa agak curiga dari lantai ke 17 unit saya diinfokan gak boleh hingga lantai 17 sebab saat tersebut bapak mantan gubernur Jakarta katanya apartemen ini gak boleh hingga lantai 17, mesti hingga 15 saja,” paparnya.

“Oke bila gitu saya enggak mau, saya mohon dibalikin, pihak developernya bilang enggak dapat dibalikin. Ya sudah, bila pun inginkan dicicil, dicicilnya berapa? Kalau satu juta dua juta, mendingan enggak usah deh. saya ambil unit yang lain. Akhirnya saya ambil unit yang di lantai bawah lantai 10 dan lantai 8,” pungkasnya.