Daftar Hasil Survei Pasca Debat Capres Jokowi vs Prabowo

Ajang debat capres-cawapres sering dipakai calon sebagai senjata pamungkas untuk unik pemilih. Efektifkah? Beberapa lembaga survei telah mengerjakan survei untuk memahami tingkat elektabilitas setiap calon. Survei dilaksanakan pascadebat.

Beberapa lembaga survei hasilnya berbeda-beda. Namun angkanya tak jauh berbeda. Pasangan Jokowi- Ma’ruf Amin tetap unggul dibanding Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.

Berikut ini angka-angka rinci hasil survei pasca debat pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin vs Prabowo Subianto-Sandiaga Uno:

  1. Selisih Jokowi dan Prabowo Masih 20,3 Persen Merdeka.com – Lembaga Survei Survei Cyrus Network merilis hasil survei elektabilitas antara pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo- Ma’ruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul di atas pasangan Prabowo-Sandi.Dalam simulasi surat suara, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 57,5 persen dan Prabowo-Sandi 37,2 persen. Responden yang belum menyimpulkan 3,7 persen dan yang tidak membalas 1,6 persen. Selisihnya 20,3 persen.Sebanyak 77,5 persen narasumber telah memutuskan pilihannya dalam Pemilu 2019. Hal itu terdiri dari 47,8 persen pemilih tetap Jokowi, dan 29,7 persen pemilih tetap Prabowo.Survei dilaksanakan pada 18 Januari sampai 23 Januari 2019, memakai sistem multistage acak sampling dan memakai wawancara tatap muka. Jumlah narasumber yang dilibatkan 1.230 orang di 34 provinsi. Margin of error survei +/- 3 persen pada tingkat keyakinan 95 persen.
  2. Survei SMRC: Jokowi-Maruf 54,9 Persen, Prabowo-Sandiaga 3,1 Persen Merdeka.com – Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sudah merilis elektabilitas teranyar pasangan Jokowi- Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Survei dilaksanakan pada Februari-Maret 2019, terhadap 2.820 narasumber dengan margin of error 2 persen. Hasilnya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih unggul dengan 57,6 persen sedangkan Prabowo-Sandiaga melulu 31,8 persen.Seperti dikutip Antara, eskalasi dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf disebabkan sekian banyak hal, antara beda optimisme masyarakat atas situasi ekonomi, keterampilan Jokowi memimpin Indonesia, evaluasi masyarakat tentang debat Pilpres, serta kecurigaan masyarakat terhadap sekian banyak berita bohong dan fitnah yang menyudutkan Jokowi.Lebih jauh berhubungan penyelenggaraan debat Pilpres, publik menilai Jokowi lebih baik dari Prabowo. 61 persen memandang Jokowi lebih baik di debat kedua, sementara melulu 29 persen yang menilai Prabowo lebih baik.

3.Prabowo Unggul di Kalangan Pelajar Merdeka.com – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil penelitian terbarunya. Survei yang dilaksanakan pihaknya ini semenjak 18-25 Februari 2019. Pada segmen pemilih wong cilik, Jokowi-Ma’ruf meraih 63,7 persen dan Prabowo-Sandi melulu 27,4 persen. Bagi segmen pemilih milenial Jokowi-Ma’ruf meraup 56,5 persen dan pasangan Prabowo-Sandi melulu 34,5 persen. Pemilih minoritas, Jokowi-Ma’ruf mendapat 80,3 persen dan sementara pasangan Prabowo-Sandi pemilihnya melulu 11,6 persen.Sementara itu, guna segmen kalangan pelajar, Prabowo-Sandi lebih unggul dibanding Jokowi-Ma’ruf. Prabowo- Sandi unggul 45,4 persen dari pasangan Jokowi-Ma’ruf yang melulu 36,1 persen. Survei memakai metode multistage acak sampling dengan 1.200 narasumber dan margin of error sebesar +/- 2,9 persen. Survei dilakukan di 34 Provinsi di IndonesiaMeski Jokowi menang telak, tapi bila terjadi golput yang masif di kalangan pendukungnya, sementara penyokong Prabowo militan ke TPS, maka hasil akhir dapat berubah.”Jokowi-Ma’ruf dirugikan andai golput tidak sedikit terjadi di segmen minoritas, milenial, wong cilik dan muslim moderat ( NU dan lainnya). Prabowo-Sandi dirugikan andai golput tidak sedikit terjadi di segmen kalangan terpelajar dan muslim dari FPI, HTI, jaringan PKS dan lainnya,” kata Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman.